GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Materi Konsultasi Ibu Balita (0-6 Bulan)


1. Berat badannya tidak naik satu kali (1 T);

  • Jelaskan pada ibu/pengasuh/pengasuh arti grafik pertumbuhan pada KMS
  •  Tanyakan kemungkinan hambatan pemberian ASI. Beri konseling pemberian ASI sesuai dengan masalah ibu/pengasuh
  • Anjurkan  ibu/pengasuh tetap memberikan ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk selalu menimbangkan anaknya setiap bulan
  • Tiap hari ibu/pengasuh perlu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang 1-2 piring lebih banyak dari biasa, serta minum paling sedikit 8 gelas air putih
  • Bila ibu/pengasuh belum mendapatkan kapsul vitamin A pada masa nifas, berikan kapsul vitamin A merah 200.000 SI 2 kali selama masa nifas yaitu; 1 kapsul diberikan pada hari pertama setelah persalinan dan 1 kapsul diberikan 24 jam setelah pemberian kapsul vitamin A yang pertama
  • Tanyakan keadaan kesehatan ibu/pengasuh dan anaknya. Bila ibu/pengasuh atau anaknya sakit segera pergi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

2.   Berat badannya tidak naik dua kali (2 T);

  • Jelaskan pada ibu/pengasuh/pengasuh arti grafik pertumbuhan pada KMS
  • Tanyakan apakah semua anjuran yang diberikan pada konseling bulan lalu sudah dilaksanakan.
  • Jika belum, tanyakan apa yang menjadi hambatannya? Berikan konseling sesuai masalahnya
  • Ulangi anjuran yang diberikan pada bulan lalu
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk selalu menimbangkan anaknya setiap bulan
  • Anjurkan  ibu/pengasuh tetap memberikan ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
  • Tanyakan keadaan kesehatan ibu/pengasuh dan anaknya. Bila ibu/pengasuh atau anaknya sakit anjurkan untuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut dengan membawa surat rujukan dari Ketua Kader

 3.   Berat badannya tidak naik tiga kali  (3T):

  • Jelaskan pada ibu/pengasuh/pengasuh arti grafik pertumbuhan pada KMS
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk selalu menimbangkan anaknya setiap bulan
  • Anjurkan  ibu/pengasuh tetap memberikan ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
  • Anjurkan ibu/pengasuh/pengasuh untuk membawa anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut dengan membawa surat rujukan dari Ketua Kader

 4.   Berat badan di bawah garis merah  (BGM):

  • Jelaskan pada ibu/pengasuh/pengasuh arti grafik pertumbuhan pada KMS
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk membawa anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut dengan membawa surat rujukan dari Ketua Kader
  • Bila anak menderita gizi buruk dirawat, jika bukan gizi buruk sampaikan kepada ibu/pengasuh bahwa pertumbuhan anaknya normal dan tidak perlu dirujuk lagi bila bulan berikutnya berat badan anak naik
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk selalu menimbangkan anaknya setiap bulan
  • Anjurkan  ibu/pengasuh tetap memberikan ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
  • Bila ibu/pengasuh belum mendapatkan kapsul vitamin A pada masa nifas, berikan kapsul vitamin A merah 200.000 SI 2 kali selama masa nifas yaitu; 1 Kapsul diberikan pada hari pertama, 1 kapsul diberikan 24 jam setelah pemberian pertama
  • Tanyakan keadaan kesehatan ibu/pengasuh dan anaknya. Bila ibu/pengasuh atau anaknya sakit anjurkan untuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk diperiksa kesehatannya lebih lanjut dengan membawa surat rujukan dari Ketua Kader

5.   Pasca Rawat Inap

  • Tanyakan kemungkinan hambatan pemberian ASI. Beri anjuran sesuai dengan masalah ibu/pengasuh
  • Anjurkan  ibu/pengasuh tetap memberikan ASI sesering mungkin tanpa dijadwal (pagi, siang, sore, malam)
  • Anjurkan ibu/pengasuh mengkonsumsi makanan seimbang 1-2 piring lebih banyak dibandingkan biasanya, serta minum paling sedikit 8 gelas air putih
  • Anjurkan ibu/pengasuh untuk selalu datang menimbangkan anaknya setiap bulan
  • Anjurkan agar ibu/pengasuh dapat mempertahankan keadaan kesehatan dan gizi anak sehingga tidak mengalami gizi buruk kembali.

Sumber : Lembar Balik Menuju Balita Sehat, Direktorat Bina Gizi Masyarakat dan Puslitbang Gizi dan Makanan, Kemenkes RI, 2006.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 October 2011 by in ARTIKEL, Balita, Gizi Daur and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: