GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Penilaian Konsumsi Pangan (2)


Pada tulisan sebelumnya (lihat disini), kami menyajikan cara pemilihan metode penilaian konsumsi pangan. Pada bagian ini kami akan menguraikan tentang bagaimana caranya menentukan atau menilai apakah asupan makanan seseorang cukup atau tidak (adequate atau tidak adequate).

PERTAMA

Indikator yang paling umum digunakan oleh ahli gizi selama ini adalah berdasarkan Buku Pedoman Petugas Gizi Puskesmas, Depkes RI (1990) :

  • Baik        :    ≥ 100% dari AKG
  • Sedang   :    80% – 99% dari AKG
  • Kurang    :    70% – 80% dari AKG
  • Defisit     :    < 70% dari AKG

KEDUA

Indikator lain yang bisa anda gunakan dan mungkin sangat jarang di gunakan oleh sebagian ahli gizi (khusunya di daerah) yaitu menggunakan indicator :

Estimated Average Requirement (EAR)

EAR adalah jumlah zat gizi yang diperkirakan dapat memenuhi 50% kebutuhan gizi pada individu yang sehat berdasarkan umur dan jenis kelamin.

Berikut EAR energy berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur:

Tabel Estimated Average Requirements (EAR) untuk Energi

Kelompok umur Laki-Laki (kkal) Perempuan (kkal)
0-3 bulan 545 516
4-6 bulan 691 643
7-9 bulan 822 765
10-12 bulan 920 863
1-3 tahun 1231 1162
4-6 tahun 1711 1544
7-10 tahun 1969 1740
11-14 tahun 2216 1845
15-18 tahun 2751 2110
19-50 tahun 2533 1936
51-59 tahun 2533 1912
60-64 tahun 2373 1910
65-74 tahun 2321 1902
75+ tahun 2096 1819

Sumber : http://www.foodafactoflife.org.uk

Untuk zat gizi lainnya anda bisa menggunakan faktor konsversi berikut, karena Indoensia belum memiliki nilai standar EAR sendiri. cara penggunaan tabel berikut ialah : AKG dibagi dengan faktor konversi. contoh berapa EAR untuk Vitamin C pada wanita umur 20 tahun?, jika kebutuhan Vitamin C wanita tersebut adalah 45 mg dan faktor konversi Vitamin C pada umur tersebut 1.3, maka EAR wanita tersebut adalah 45/1.3=35 mg.

Recommended Dietary Allowence (RDA) dalam bahasa Indonesia sering disebut AKG

RDA/AKG adalah jumlah zat gizi yang diperkirakan dapat memenuhi 97%-98% kebutuhan gizi pada individu yang sehat berdasarkan umur dan jenis kelamin, atau biasa juga disebut dengan istilah EAR+2 Standar Deviasi.

Average Intake (AI)

Average intake digunakan jika tidak terdapat cukup informasi tentang berapa EAR dan RDA/AKG seseorang.

Upper Limit (UL)

Upper limit digunakan untuk menentukan apakah asupan makanan seseorang sangat tinggi yang dapat menyebabkan efek negative terhadap kesehatan. Setiap zat gizi memiliki upper limit yang berbeda-beda.

Berikut ringkasan penggunaan indikator tersebut di atas:

Indikator Penggunaan untuk Individul Penggunaan untuk Kelompok/populasi
EAR Ya Ya
RDA Ya Tidak
AI Ya Ya
UL Ya Ya

KETIGA

Cara lain yang bisa anda gunakan untuk menentukan tingkat asupan pada kelompk/populasi (bukan untuk idnividu) adalah menggunakan indikator 77% dari RDA/AKG, cara ini dinilai oleh beberapa ahli sebagai ukuran perkiraan yang konservatif untuk menilai apakah asupan seseorang cukup atau tidak cukup.

Interpretasi : Cukup/adequate jika persentase asupan >=77% dari RDA/AKG. Tidak cukup/inadequate jika persentase asupan <77% dari RDA/AKG

 

Sumber :

  1. http://www.foodafactoflife.org.uk/attachments/2b7999f2-599c-4b3f64d70880.ppt
  2. Gibson, 2005. Principles of Nutrient Assessment. Oxford Press
  3. Fahmida and Drupadi, 2007. Handbook Nutritional Assessment. SEAMEO-RECFON. Jakarta
  4. Allen et al, 2006, Guidelines on Food Fortification with Micronutrients; Annex C, page 291

2 comments on “Penilaian Konsumsi Pangan (2)

  1. Pingback: Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tahun 2004 «

  2. Pingback: Indikator Pengukuran Pola Makan «

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 October 2011 by in ARTIKEL, Gizi Daur and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: