GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Penatalaksanaan Diet Penyakit Kanker



Tujuan Diit

Tujuan diit penyakit kanker adalah untuk mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan cara :

  1. Memberikan makanan yang seimbang sesuai dengan keadaan penyakit serta daya terima pasien
  2. Mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara berlebihan.
  3. Mengurangi rasa mual, muntah dan diare.
  4. Mengupayakan perubahan sikap dan perilaku sehat terhadap makanan oleh psien dan keluarganya.

Syarat Diit

Syarat diit penyakit kanker adalah :

  1. Energi tinggi, yaitu 36 kkal/kg BB untuk laki-laki dan 32 kkal/kg BB untuk perempuan. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang, maka kebutuhan energi menjadi 40 kkal/kg BB untuk laki-laki dan  36 kkal/kg BB untuk perempuan.
  2. Protein tinggi, yaitu 1-1,5 g/kg BB
  3. Lemak sedang, yaitu 15-20% dari kebutuhan energi total
  4. Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari kebutuhan energi total
  5. Vitamin dan mineral cukup, terutama vitamin A, B Kompleks, C dan E. Bila perlu ditambah dalam bentuk suplemen.
  6. Rendah iodium bila sedang menjalani medikasi radioaktif internal.
  7. Bila imunitas menurun (leukosit < 10ml) atau pasien akan menjalani kemoterapi agresif, pasien harus mendapat makanan yang steril.
  8. Porsi makan  kecil dan sering diberikan.

 Jenis Diit dan Indikasi Pemberian

Jenis diit untuk pasien penyakit kanker sangat tergantung pada keadaan pasien, perkembangan penyakit, dan kemampuan untuk menerima makanannya. Oleh sebab itu, diit hendaknya disusun secara individual. Jenis makanan atau diit yang diberikan hendaknya memperhatikan nafsu makan, perubahan indra kecap, rasa cepat kenyang, mual, penurunan berat badan dan akibat pengobatan. Sesuai dengan keadaan pasien, makanan dapat diberikan secara oral, enteral, maupun parenteral. Makanan dapat diberikan dalam bentuk makanan padat, makanan cair atau kombinasi. Untuk makanan padat dapat berbentuk makanan biasa, makanan lunak atau makanan lumat.

Pedoman Untuk Mengatasi Masalah Makan

Bila pasien menderita anorexia

  1. Dianjurkan makan makanan yang disukai atau dapat diterima walaupun tidak lapar
  2. Hindari minum sebelum makan
  3. Tekankan bahwa makan adalah bagian penting dalam program pengobatan
  4. Olahraga sesuai dengan kemampuan penderita

Bila ada perubahan pengecapan

  1. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
  2. Tambahkan bumbu makanan yang sesuai untuk menambah rasa
  3. Minuman diberikan dalam bentuk segar seperti sari buah atau jus

Bila ada kesulitan mengunyah dan menelan

  1. Minum dengan menggunakan sedotan
  2. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu kamar atau dingin
  3. Bentuk makanan disaring atau cair
  4. Hindari makanan terlalu asam atau asin

Bila mulut kering

  1. Makanan atau minuman diberikan dengan suhu dingin
  2. Bentuk makanan cair
  3. Kunyah permen karet atau Hard Candy (permen keras)

Bila Mual dan Muntah

  1. Beri makanan kering
  2. Hindari makanan yang berbau merangsang
  3. Hindari makanan lemak tinggi
  4. Makan dan minum perlahan-lahan
  5. Hindari makanan atau minuman terlalu manis
  6. Batasi Cairan pada saat makan
  7. Tidak tiduran setelah makan

Sumber : Almatsier, Sunita, DR, MSc. 2004. Penuntun Diet Edisi Baru. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 November 2011 by in Gizi Klinik and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: