GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Anemia Zat Besi


Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan lama yang saya posting di blog lama saya, tapi meskipun infonya lama, isi tulisan masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, karenanya saya posting ulang di sini. begini ceritanya…..

Awal bulan Desember 2007, saya mendampingi tim peneliti dari Puslitbang Gizi dan Makanan Depkes, yang bermaksud melakukan penelitian di Kabupaten Maros dan Kota Makassar tentang Anemia. Meskipun sampai saat ini hasil penelitian tersebut belum di publikasikan, akan tetapi dari proses tersebut saya bisa menarik sebuah kesimpulan antara lain :

  1. Masalah anemia bukan prioritas utama Pemerintah Kab. Maros dalam program kesehatan, karena saat ini mereka masih berkonsentrasi pada penurunan angka gizi buruk, meskipun kita tahu bahwa progress penanggulangan gizi buruk juga jalan ditempat
  2. Hingga saat penelitian berlangsung, belum pernah sekalipun petugas kesehatan datang melakukan penyuluhan tentang anemia ke sekolah-sekolah
  3. Ibu hamil masih banyak yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah yang diberikan oleh tenaga kesehatan, dengan alasan mitos (takut janin besar, susah melahirkan, lahir cacat dll)

MENGAPA PENANGGULANGAN ANEMIA MENJADI PENTING?

Bagi ibu hamil, anemia zat besi merupakan penyakit yang harus diwaspadai, karena jika ibu hamil mengalami anemia, maka bayi akan lahir cacat atau abortus, persalinan lama, perdarahan, shock, dan payah jantung. Sedangkan pada janin bisa menyebabkan kematian, cacat bawaan, prematur, dan cadangan zat besi kurang.

Ketika cadangan zat besi kurang, maka pada usia anak-anak hingga remaja, prestasi belajar akan terganggu karena pembentukan otak sejak kecil terhambat. Sekarang ini, anak-anak yang tidak lulus cukup tinggi salah satu penyebabnya anemia.

Bagaiaman Proses Tersebut Bisa Terjadi ?

Yang harus dipahami ialah fungsi zat besi sebagai pigmen pengangkut oksigen dalam darah. Sementara oksigen diperlukan untuk fungsi normal seluruh sel tubuh. Apabila darah kekurangan oksigen maka fungsi sel-sel di seluruh tubuh bisa terganggu.

Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Mengalami Anemia ?

Jika kulit anda pucat, rasa lelah, napas pendek, kuku mudah pecah, kurang selera makan, dan sakit kepala sebelah depan, segera periksakan kondisi anda siapa tahu anda mengalami anemia, akan tetapi terkadang tidak ada keluhan bila seseorang mengalami anemia ringan.

Bagaimana Cara Pencegahannya ?

  1. Sebaiknya setiap hari anda mengkonsumsi sayur dan buah
  2. Jika anda peminum kopi/teh, ada baiknya minum kopi/teh 2 jam sebelum dan sesudah makan, karena kopi/teh mengandung Tanin yang bisa menghambat penyerapan zat besi.
  3. Jika anda pengemar Pallubasa, coto makassar atau Konro, sebaiknya minuman penyertanya adalah juice jeruk, jangan teh manis/teh dalam botol, karena juice jeruk mengandung Vit. C yang bisa mempercepat proses penyerapan zat besi
  4. Jika sumber makanan alamiah di atas anda tidak bisa temukan alternatif terakhir adalah megkonsumsi suplemen zat besi yang banyak di jual di pasaran, INGAT langkah ini adalah jalan terakhir, karena bagaimana pun juga makanan lamiah tetap lebih bagus dari pada sintetik

Siapapun anda sebaiknya jangan biarkan anemia merenggut produktifitas anda.

*) Download referensi Anemia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 November 2011 by in Gizi Daur, Remaja and tagged , , , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: