GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Fast Food, Gizi dan Gaya Hidup


Berkembangnya Iptek dan peradapan manusia membuka peluang  kerja bagi laki-laki maupun perempuan yang beraneka ragam.  Peluang kerja di luar rumah bagi perempuan berarti makin sedikit waktu yang dimiliki untuk menyiapkan makan bagi keluarganya di rumah. Hal ini akan mendorong tumbuhnya tempat-tempat makan dari mulai yang bergaya tradisional sampai yang moderen. Salah satu penjual makanan yang bergaya moderen adalah Fast Food atau makanan cepat saji.

Fast food adalah salah satu jenis makanan komersial yang siap santap atau hanya memerlukan waktu yang sedikit untuk memanaskan atau mempersiapkan untuk dapat disajikan kepada konsumen. Istilah fast food memang berasal dari pola makan negara barat atau Kontinental. Makanan yang termasuk dalam kriteria ini adalah Hamburger, French fries + shake (milk shake), pizza, fried chicken, fish + chips, roast Beef/ chicken/fish sandwich, tacos dan hot dog. Kelompok makanan ini nampaknya seperti hanya untuk kelompok kawula muda, khususnya dikaitkan dengan life style.

Selain fast food yang berkiblat pada pola makanan Kontinental sebenarnya Indonesia juga mempunyai makanan cepat saji. Rumah makan Padang misalnya, menggunakan waktu untuk menyajikan makanan relatif cepat, karena makanan telah diolah dan dipanaskan. Begitu jua Coto Makassar sebenarnya juga termasuk makanan cepat saji. Beda dengan fast food  ala Kontinental umumnya kandungan zat gizi terutama lemak dan kolesterol cukup bervariasi. Dari identifikasi yang pernah dilakukan coto makassar yang isinya otak mempunyai kandungan kolesterol dan natrium yang cukup tinggi. Apalagi bila konsumsi lebih  satu porsi besar, maka kandungan kolesterol sama dengan 2 – 3 kali dari yang dianjurkan. Di pandang dari segi gizi, tentu saja makan ini termasuk makanan yang tidak menyehatkan.

Gizi dalam pengertian sederhana adalah ilmu yang mempelajari tentang makanan termasuk kandungan zat gizi dan hubungannya dengan kesehatan. Sedangkan gaya hidup atau (life style) ditentukan oleh banyak faktor seperti peran di masyarakat, sosial ekonomi, budaya perkembangan IPTEK dan politik. Berkaitan dengan perannya seorang pelajar berbeda dengan mahasiswa, pegawai negeri berbeda dengan pegawai swasta dll. Pada akhirnya gaya hidup juga menentukan dimana seseorang memperoleh makanan untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Gaya hidup dan kebutuhan gizi inilah yang sangat berpengaruh terhadap ketersediaan makanan untuk memenuhi kebutuhan makan pagi, siang dan makan malam serta makan kecil lainnya. Banyaknya waktu yang dipergunakan untuk kegiatan di luar rumah membuka peluang untuk menyediakan makanan komersial. Bagi pekerja waktu istirahat untuk makan siang yang relatif pendek tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah untuk makan siang. Di samping itu, banyaknya orang yang harus bepergian dengan berbagai kepentingan juga menjadi peluang bagi produsen untuk menyediakan makanan yang padat gizi, termasuk fast food. Dengan demikian fast food tidak dapat dipisahkan dengan gaya hidup  atau life style masyarakat

Life style masyarakat perkotaan berbeda dengan masyarakt di pedesaan. Perbedaan ini selain karena pengaruh jenis pekerjaan dan irama kerja juga karena fasilitas transportasi. Di perkotaan trnsportasi sangat lengkap sehingga kegiatan fisik seperti jalan kaki jarang ke tempat kerja atau ke tempat fasilitas umum lainnya jarang dilakukan. Hal ini juga akan memberikan pengaruh terhadap kebutuhan energi dan zat gizi. Di perkotaan yang jarang tersedia lapangan  bermain  bagi kanak-kanak juga akan mendorong anak untuk menikmati siaran TV yang sangat banyak pilihan dan pada akhirnya akan berpengaruh pada life style  mereka berbeda dengan anak di pedesaan.

Bila diperhatikan pengunjung restoran yang menyediakan fast food umumnya memang banyak  dikunjungi oleh kelompok muda usia, dari mulai balita sampai orang tuannya. Mungkin hanya satu atau dua orang yang mungkin adalah nenek atau kakek dari anak-anak yang kebetulan ikut bergabung. Keadaan ini hanya nampak di negara kita, sedangkan di negara asalnya tidaklah sedemikian mencolok. Di lihat dari kebutuhan konsumen fast food ala Kontinental diperlukan bagi mereka yang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menikmati makanan, bahkan dapat dimakan sambil jalan. Atau cukup praktis untuk dapat di bawa ke kantor  karena dapat dikemas dengan praktis, dan dimakan tanpa mengotori tanggan. Hal ini pulalah yang membedakan antara fast food ala Kontinental dan ala Indonesia.

Dulu fast food sering dikaitkan dengan istilah junk food (makanan sampah), walaupun pengertian ini tidak tepat dan sebaiknya tidak dipergunakan dan yang lebih tepat adalah “junk diet”. Beberapa jenis makanan di atas memberikan kontribusi zat gizi yang berlebihan di banding zat gizi lainnya. Namun demikian dapat saling melengkapi atau mengganti. Masalah akan timbul bila makanan banyak mengandung energi dan kandungan zat gizi lainnya hanya sedikit. Oleh karena itu di Amerika Utara sekarang banyak restoran fast food yang menyajikan hidangan yang lebih menyehatkan.

Bila dapat memilih dengan baik beberapa makanan dapat saling melengkapi, misalnya french fries yang dimakan dengan chicken sandwich. Walaupun demikian beberapa jenis fast food yang sudah disebut di atas memang  menyediakan energi dan zat gizi yang tidak seimbang. Oleh karena itu bila anda makan fast food anda harus melengkapinya di rumah dengan buah, sayur, salad, susu dan padi-padian yang difortifikasi dengan mikronutrien.

Kadang ada yang mengklasifikasi makanan menjadi makanan sehat “health Food” seperti susu, telur, jus jeruk, dan havermout. Apakah kelompok ini selalu diperlukan,? tentu saja tidak. Seperti susu non fat sekarang banyak diiklankan dan menjadi makanan yang trendy, walaupun tidak seluruhnya benar. Susu non fat banyak mengandung kalsium protein dan vit B-2 tetapi sangat rendah zat besi dan vitamin C. Oleh karena itu harus dikombinasikan dengan makanan lain sumber zat besi dan vitamin C. Di negara kita banyak buah yang kaya vitamin C walaupun secara ekonomi nilainya rendah.

Dalam memlilih makanan kita juga harus memperhatikan nilai rupiah setiap zat gizi. Di Amerika ibu-ibu akan bangga memberikan makan pagi anaknya dengan roti bakar dengan mentega dan madu dibanding dengan hanya memberikan kue donat saja. Sebenarnya baik roti atau donat bila dibuat dari tepung yang diperkaya, maka keduanya tidak berbeda. Para ahli gizi ingin masyarakat makan dalam jumlah dan kombinasi zat gizi yang tepat untuk mencapai status gizi yang optimal. Namun demikian setiap orang seharusnya makan secara rasional tanpa merasa bersalah, termasuk sedikit makanan kesukaan untuk kepuasan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang kelebihan atau kekurangan zat gizi pada beberapa fast food.

  1. French fries (100 g) telah menyediakan 1/4 kebutuhan natrium/ garam sehari. Bahkan untuk burger besar sudah memenuhi   3/4  RDA.
  2. Pizzat sangat tinggi kalori, kolesterol dan lemak jenuh tetapi ada daging/ayam/ikan/keju serta tomat dan paprika yang banyak mengandung vitamin C.
  3. Kentucky fried chicken tinggi kalori dan lemak jenuh, 2 potong kecil saja sudah separoh dari kebutuhan energi sehari.
  4. Fas food umumnya tinggi kandungan protein yang bermutu tinggi, sehingga dapat memenuhi 25%, 60 % dan bahkan 100% kebutuhan protein sehari.
  5. Sangat rendah vitamin A, oleh karena  di rumah harus dilengkapi dengan sumber vitamin A

Menu  fast food umumnya rendah serat, oleh karena itu perlu diimbangi dengan buah segar dan sayuran

[box] UNTUK MENGETAHUI NILAI GIZI BEBERAPA JENIS FAST FOOD ANDA BISA BUKA LINK BERIKUT Kandungan Gizi Fast Food[/box]

 

Rujukan:

  1. Wardlaw GM & Insel PM. Perspective in Nutrtition
  2. Ensminger at al. The Concise Encyclopedi of Food and Nutrition.

3 comments on “Fast Food, Gizi dan Gaya Hidup

  1. ansari
    8 November 2011

    baru tau kalau coto juga makanan cepat saji xixixiix

  2. gizimu
    8 November 2011

    itumi susahnya teman-teman, kalau ada dikasi’ taukan ki melawanki, wkwkwkwkwkwk……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 November 2011 by in ARTIKEL and tagged , , , , , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: