GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Positive Deviance-Belajar dari Halmahera Timur


Salah satu wujud kepedulian PT Antam Tbk adalah peduli pada perbaikan gizi anak bangsa khususnya mereka yang secara social ekonomi kurang beruntung. Tentu saja pendekatan yang digunakan tidaklah gegabah. Yakin bahwa perbaikan gizi butuh uang, waktu dan ilmu pengetahuan, maka team CSR PT Antam mengundang praktisi gizi masyarakat (Sirajuddin), yang telah berpengalaman dalam perbaikan gizi balita berbasis pemberdayaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Positive Deviance atau metode Tungku (Hearth Model). Target utamanya adalah masyarakat di wilayah ring I Buli Haltim. Tentulah ini didasarkan pada komitmen bahwa tidak boleh ada busung lapar di wilayah ring I PT Antam Tbk.  Komitmen ini wajib dicontoh oleh perusahaan lain di Negara ini.

Implementasi PD di Kabupaten  Halmahera Timur dilakukan dengan terlebih dahulu  melakukan survey lokasi pada bulan Mei 2010. Hasilnya direkomendasikan bahwa PD dapat dilakukan diwilayah ini karena potensi agen internal dan sumber pangan local cukup tersedia, komitmen CSR PT Antam cukup baik.

Keberhasilan implementasi PD diukur melalui parameter input dan proses  sangat menggembirakan, karena semua proses sudah berjalan sesuai dengan ketentuan  yang disepakati bersama pada 12 titik kecuali 1 titik yang belum mampu melaksanakan sesuai dengan kesepakatan. Hal ini disebabkan sumberdaya pelaksana belum  maksimal yaitu Posyandu Mawar II.

Keberhasilan PD  dilihat menurut kenaikan berat badan sebagai  indicator ideal keberhasilan PD . Kenaikan BB peserta sesi hearth menunjukkan, bahwa semua titik pelaksan metode PD mampu meningkatkan  berat badan 90% (Bougenville, Adselweis, Kenanga III,), 80% (Kenanga III, Kenanga V,),

Hanya dua Titik dari 13 Titik yang belum menunjukkan hasil yang kurang memuaskan yaitu ; Posyandu Kenanga IV dan Melati II (50%)

Modal utama pelaksanaa PD di Maba Haltim adalah tersedianya tenaga volunteer (agen internal/kader) pelaksana yang sudah memiliki pengalaman dasar dalam mendampingi sesi hearth dengan tetap melakukan penyegaran keterampilan dan teknik motivasi kepada sasaran melalui latihan keterampilan.

Gerak langkah PD di Maba idealnya dibentuk kelembagaan informal berada di Desa sebagai kelompok binaan dan Puskesmas sebagai Pembina Kegiatan. Jumlah sasaran pada PD MABA 2010 sebanyak 144 balita gizi kurang dan berhasil  menyelesaikan semua sesi hearth sebanyak 129 orang atau 89.53%. Perseentase keberhasilan metode PD sebanyak 71% anak yang mengalami kenaikan berat badan. Pesertsentase kegagalan metode PD 17% yang tidak berhasil  mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh  multifactor khususnya praktik pemberian makan pasca sesi hearth yang masih harus diperkuat untuk menunjang keberhasilan PD.

Keberlanjutan PD di Maba ditentukan oleh penguatan organisasi dan kelembagaan PD di tingkat Desa dengan kegiatan sesi hearth 1 x 1 bulan diselingi dengan penyampaian materi gizi dan kesehatan ibu dan anak oleh petugas kesehatan terlatih. Rekomendasi pelaksanaan metode PD pada tempat yang sama akan memberikan efisiensi yang lebih besar karena tidak memerlukan latihan kader, melainkan pendampingan yang intensif agar memberikan dampak yang lebih baik. Sinkronisasi model pemberdayaan dari berbagai kegiatan CSR PT Antam sangat dibutuhkan, khususnya pemanfaatan lahan untuk tanaman sayuran dan usaha kreatif lainnya. Keberadaan kebun percontohan milik PT Antam kedepan akan sangat memberikan manfaat lebih  banyak. Diharapkan PT Antam dapat terus mendukung upaya pemberdayaan masyarakat khususnya perbaikan gizi balita sebagai sebuah investasi sumberdaya manusia yang unggul dimasa yang akan datang.  Upaya ini dapat berupa fasilitasi pendidikan dan kesehatan dasar termasuk implementasi  PD berkelanjutan.

Berdasarkan hasil implementasi PD di Kecamatan Maba Haltim, maka dapat dijelaskan bahwa persentase kenaikan berat badan tergolong sangat baik (>75%) adalah pada Posyandu Bougenville (92%), Adelweis (90%), Kenanga III (89%), dan Kenanga V (80%), sedangkan Posyandu yang masih harus terus dibina adalah Posyandu Kenanga IV,  Melati II dan Mawar II.

Pelajaran apa yang dapat diambil dari kegiatan ini. Sungguh merupakan sebuah pengalaman paling berharga, karena pasca tahap awal sudah dipastikan 71% anak gizi kurang berhasil naik berat badannya tanpa menimbulkan ketergantungan. Banyak program perbaikan gizi dengan cara instan akhirnya menyerang balik lembaga donor. Contoh klasiknya adalah pemberian makanan gratis alias makanan tambahan. Masyarakat akan selalu terbiasa mendapatkan bantuan langsung tanpa harus bekerja lebih giat lagi. Ini sungguh merupakan kontra produktif dengan pemberdayaan.

Perbaikan gizi dengan model pemberian makanan tambahan, MP-ASI dan sejenisnya dimana masyarakat tidak memiliki sumberdaya didalamnya sebagai bahan baku, maka itu hanya berujung ketergantungan. Masalahnya pemerintah tidak mungkin memiliki cukup uang untuk membiayai seluruh makanan anak miskin di negeri ini. Jadi sebaiknya kita sadar diri bahwa uang bukan segalanya dalam mengatasi masalah gizi buruk di negeri ini.

Fakta yang paling harus dipetik hikmahnya oleh insan pertambangan adalah bahwa masyarakat sipil di sekitar perusahaan, merupakan komunitas yang paling terpukul secara social ekonomi jika suatu saat aktivitas pertambangan sudah tutup sebelum masyarakat yang ditinggal siap mandiri secara utuh. Atas alasan tersebut maka sebaiknya program CRS perusahaan tidak menimbulkan ketergantungan dan pendekatan secara social budaya dengan memperhatikan kearifan local sangat dibutuhkan. Dua pilar utama  membangun masyarakat sipil yang gizi dan pendidikan usia dini berkelanjutan.

PT Antam Tbk di Buli Haltim, sudah melakukan sebuah terobosan sederhana, tahun 2010 dengan model Positive Deviance pada perbaikan gizi balita. Pendekatan ini sangat sederhana, tapi jika ini dilakukan konsisten maka kesederhanaan akan memberikan hasil yang tidak sederhana alias luar biasa di masa yang akan datang. Jika diasumsikan sebuah perusahaan akan beroprasi  25 tahun saja, itu sudah cukup untuk menghasilkan satu generasi yang tangguh di wilayah Ring I, jika pendekatan pemberdayaan menjadi basisnya.

Teruslah berkarya untuk kemajuan anak bangsa, semoga PT Antam Tbk menjadi  perusahaan nasional (BUMN), yang dapat diteladani oleh BUMN yang lainnya.

Sumber : Sirajuddin, Manjilala, Mustamin (2010) PERBAIKAN GIZI BERKELANJUTAN DENGAN MODEL POSITIVE DEVIANCE DI MABA HALMAHERA. CV. Kajian Gizi & PT. Antam Tbk. Makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 November 2011 by in ARTIKEL and tagged , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: