GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Saudaraku, Kamu Tidak Sendiri, Ada kami Disisi mu


Saudaraku, kamu tidak sendiri, ada kami disisimu…..

Saya sebenarnya malu dengan  teman-teman yang punya semangat juang 45 melakukan aktifitas-aktifitas sosial untuk menggugah saudara-saudara kita memahami lebih jauh kehidupan ODHA, dibandingkan dengan saya yang belum bisa berbuat banyak hal. Hanya saja kata teman saya tulis-tulis saja (@Sang baco), biarkan orang yang menilai.

Perkenalan saya dengan informasi ODHA sudah dimulai sejak saya duduk di bangku SMU (1997) dan diteruskan pada saat saya duduk dibangku kuliah (1998) serta ketika saya bekerja sekitar tahun (2007).

Melalui media ini saya ingin berbagi dengan anda mengenai sebuah kisah sekitar tahun 1999. Saat itu kami menyelenggarakan seminar sehari denga tema ASUHAN GIZI PADA PENDERITA ODHA. Meskipun hanya seminar skala kecil dan dilaksanakan dalam lingkup kampus, tapi ada yang menarik dari seminar tersebut, yang menarik adalah kami berhasil menghadirkan sepasang suami istri penderita ODHA. Mungkin anda masih ingat peristiwa fenomenal di Sulawesi Selatan sekitar tahun 1997, terdapat 3 pasang penderita HIV/AIDS menikah, dimana saat itu diskriminasi terhadap saudara-saudara kita tersebut masih sangat kuat.

Menghadirkan ODHA pada saat seminar, bukan perkara mudah, tidak ada yang mau jujur mengatakan dimana mereka tinggal dan pada akhirnya kami berhasil mendapatkan infomasi dan berkunjung ke tempat mereka, di sebuah Pesantren.

Saya salut atas keinginan mereka tampil di depan umum tanpa memakai penutup muka, bahkan salah seorang pembicara saat itu sempat protes ke kami (Panitia), karena berani membuka identitas mereka di depan umum, tapi beliau (ODHA) memberikan pengertian ke pembicara tersebut bahwa ini adalah keinginan mereka dan mereka ingin berbagi dengan peserta seminar.

Pada sebuah sesi seminar, suami istri ini menceritakan pengalaman mereka, bagaimana sulitnya menjalani kehidupan dengan penyakit yang mereka derita. Mereka tidak hanya merasakan sakit dari penyakit, akan tetapi juga penyakit batin yang selalu menghantui mereka.

Mengapa tidak, setiap mereka menempati sebuah kontrakan, ada saja orang yang membocorkan identitas mereka dan saat itu pula mereka diusir dari tempat itu dan harus mencari kontrakan baru. Tidak terhitung lagi sudah berapa jumlah kontrakan mereka tempati, dan sebuah kontrakan paling lama mereka tempati hanya 1 bulan, akibat pengusiran dari warga setempat. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke pesantren karena tidak tahu harus kemana lagi karena terus menerus mendapatkan penolakan dan beruntung Pimpinan pesantren dapat menerima mereka apa adanya.

Ada pertanyaan besar yang muncul di benak saya, mengapa Pimpinan pesantren tersebut berani menerima kehadiran mereka?, ditengah penolakan sebagian besar masyarakat saat itu. Setelah melalui bincang-bincang singkat, beliau ternyata sudah terpapar dengan informasi HIV/AIDS sebelumnya melalui sebuah program pemerintah.

Jadi saya bisa menyimpulkan saat itu, jika saja masyarakat kita saat itu mendapatkan informasi yang tepat tentang penyakit ini, saya sangat yakin pengusiran itu tidak akan terjadi, hanya saja sosialisasi saat itu tidak se massif dengan saat ini. Seiring dengan semakin banyaknya organisasi sosial kemasyarakatan yang mendampingi saudara-saudara kita, serta meningkatnya pengetahuan mayarakat tentang ODHA maka penolakan dan pengusiran seperti tahun 1990 semoga tidak ditemukan lagi,  kalaupun masih ada sungguh terlaluuuu ……….

Berangkat dari pengalaman di atas, ada semangat baru yang muncul dalam diri saya, lebih kuat dari sebelumnya (remaja), untuk mengabdikan keilmuan yang saya miliki untuk saudara-saudara kita (ODHA), tapi saya belum menemukan metode yang tepat.

Saat saya mengenal dunia blogging, semua menjadi terang menderang, bahwa media ini salah satu cara yang cukup efektif untuk menularkan informasi tentang ODHA sesuai dengan keilmuan saya, meskipun usia blog ini masih seumur jagung tapi saya memiliki keyakinan bahwa menyampaikan informasi tidak mengenal usia blog, bagaimana Mas Bro, setuju kan? Heheh…..

Berawal dari VIVAnews Vlog semua di mulai, dalam menyambut hari AIDS sedunia tahun 2011, saya akan mendedikasikan blog saya untuk menyampaikan informasi AIDS dari persfektif ilmu gizi.

Terus berjuang saudaraku, kamu tidak sendiri, ada kami disini yang senantiasa siap mendukung kamu untuk mendapatkan hak-hak yang sama dan kualitas hidup yang lebih baik

Semoga bermanfaat, Salam Gizi, Salam sehat buat saudaraku.

Jakarta-29 Nopember 2011

Link ke GoVlog

19 comments on “Saudaraku, Kamu Tidak Sendiri, Ada kami Disisi mu

  1. Tommy Adi
    30 November 2011

    Maaf, persyaratan Anda untuk ikut lomba belum lengkap. Mohon segera dilengkapi.
    Syarat yang kurang: Anda belum memfollow @VIVAnews.

    Thanks.

    • gizimu
      30 November 2011

      makasih mas responnya, sudah koq follow @VIVAnews nya, tapi entar sy cek lagi ya🙂

  2. Tommy Adi
    30 November 2011

    Kami dari Admin GoVlog, perlu meminta data diri Anda yang mengikuti GoVlog AIDS. Data diri ini kami pergunakan untuk pemberitahuan jika Anda terpilih menjadi 10 besar.

    Nama Lengkap:
    Jenis Kelamin:
    No tlp/HP (yang bisa dihubungi):
    Email:
    Yahoo Messenger:
    Alamat lengkap:
    Pekerjaan:
    Link posting Blog GoVlog AIDS:

    Mohon data diri Anda dikirim ke email tommy.adi@vivanews.com

    Terimakasih

  3. dualima.com
    30 November 2011

    kami juga akan selalu ada untukmu…
    terkadang kita baru tersadar saat kejadian itu terjadi, kl kata orang seh menyesalnya terjadi belakangan. Tapi apapun itu kejadian yang menimpa kita selayaknya tidak terjadi diskriminasi, khususnya untuk para penderita ODHA. Blog adalah solusi untuk kampanye anti diskriminasi dan bisa dijadikan piring makan apabila ODHA merasa terdiskriminasi…semangat mas bro…artikel yg menarik

    • gizimu
      30 November 2011

      Maksih mas bro, semoga mereka (ODHA) terus diberkati semangat untuk hidup, dan mari para Blogger menyeruakan suara yang sama, Stop Diskriminasi buat saudara-saudara kita (ODHA)🙂

  4. Sinta
    30 November 2011

    Nice… Kebetulan belum lama ini saya mengikuti diseminasi mengenai HIV/AIDS. Berharap semoga semakin banyak orang yang mendapatkan edukasi yg benar tentang HIV/AIDS ini sehingga tidak ada pengucilan bagi ODHA. Amin…

    • gizimu
      30 November 2011

      Makasih bunda Antonia Sinta, semakin kita tahu semakin besar peluang saudara-saudara kita (ODHA) untuk mendapatkan haknya, #untuk Indonesia lebih baik

  5. Online education blog
    30 November 2011

    Mantep Artikelnya! Nice Share gan🙂

    • gizimu
      30 November 2011

      Thanks gan, ayo dukung saudara-saudara kita (ODHA) untk mendapatkan haknya🙂

  6. Online education blog
    30 November 2011

    Artikel anda mengenai ASUHAN GIZI PADA PENDERITA ODHA! sangat menarik…keep post

    • gizimu
      30 November 2011

      makasih saudaraku, mari berbuat sesuai dengan keilmuan kita.🙂

  7. loker
    30 November 2011

    Salam Cinta Untuk Kebersamaan, Kami selalu ada untukmu…Wajib di baca ini artikel- seberapa care kalian untuk teman-teman ODHA.

    • gizimu
      30 November 2011

      terima kasih saudaraku, mari dukung mereka, jangan dikucilkan.

  8. happy_potter
    30 November 2011

    Sewaktu saya co ass dulu, entah berapa banyak pasien ODHA atau suspect HIV yang sudah saya jumpai. Stigma terhadap mereka bukan hanya di masyarakat umum saja, tetapi di kalangan pekerja medis pun masih ada. Banyak petugas medis yang terkesan kurang care sewaktu merawat mereka. Saya sendiri pun jika harus menangani pasien ODHA langsung pasang safety precaution lengkap (pemeriksaan fisik pakai sarung tangan, alat tensi/termometer bekas mereka langsung dibasuh alkohol, jadi lebay begini. Walau mestinya menurut SOP bertemu dengan pasien manapun harus pakai sarung tangan, karena kita ga pernah tau mereka mengidap infeksi apa saja). Karena tahu sebagian besar penularan HIV adalah melalui jarum suntik (pengguna narkoba) dan hubungan seksual (multipartner), saya sering menganggap ah itu salah mereka terkena penyakit itu. Yang kasihan adalah jika bertemu bayi atau anak-anak yang mengidap HIV, mereka tak berdosa tapi harus menanggung akibat kesalahan orang tuanya.
    Saya tahu, tidak semua ODHA sebelumnya memiliki gaya hidup yang buruk. Saya pernah membaca di koran ada seorang ODHA yang hingga dia meninggal tidak mengetahui dia tertular karena apa, padahal dia bukan pengguna narkoba suntik dan bukan seorang yg aktif secara seksual serta belum pernah transfusi.
    Mungkin kita tidak akan memiliki pandangan seburuk itu jika penyakit ini menimpa seseorang yang sangat kita kenal dekat dan kita ketahui bagaimana kehidupan sehari-harinya. Bayangkan jika penyakit ini menimpa saudara, keluarga atau sahabat Anda yang sangat Anda kenal luar dalam dia memiliki gaya hidup yang baik. Artinya, bukan salah dia hingga terkena penyakit tersebut, mungkin saja dia tertular akibat transfusi atau tertusuk jarum suntik yang tercemar (dalam kasus ini, biasanya petugas medis). Bagaimana perasaan Anda? Ah, tentunya Anda akan lebih bisa berempati terhadap mereka.
    Satu hal lagi yang perlu diingat, memang saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah HIV. Belum juga ditemukan obat yang dapat membunuh virus tersebut secara efektif. Tetapi obat-obatan yang ada sekarang dapat mengontrol replikasi (perkembangbiakan virus), hingga menekan jumlah virus dalam tubuh seorang ODHA hingga mereka bisa hidup normal layaknya mereka yang tidak sakit.

    • gizimu
      30 November 2011

      Great comment sista, Kaya’nya sy buat postinga khusus ini, hehehehehh……..

  9. Ramlan
    30 November 2011

    ada keistimewaan apa terhadap ODHA sehingga orang2 keliatannya sangat berlebihan dalam masalah ini…!!! bukannya masih banyak masalah lain yang perlu perhatian (misalnya masalah gizi buruk yang masih menghantui negri ini, bahkan menurut saya, momoknya lebih menakutkan dari ODHA itu sendiri…ingat…masalah GIZI BURUK adalah masalah LOST GENERATION…masalah masa masa depan…masalah generasi pelanjut..!!!)

    • gizimu
      30 November 2011

      Ini pelajaran kawan, artinya orang-orang gizi gagal melakukan “Pemasaran Sosial” terhadap gizi buruk, bahkan sy malah curiga banyak diantara orang2 gizi tidak tahu HARI GIZI NASIONAL itu tanggal berapa, So, saatnya orang-orang gizi memikirkan strategi pemasaran yang lebih efektif, termasuk saya🙂. mari bekerja untuk Indonesia lebih baik.

      • Ramlan
        30 November 2011

        Nah itu dia…saya sangat sepakat kawan…Bahkan saya tidak pernah mendengar ada LSM tentang Gizi buruk…atau kita tidak berani mem ‘blow up ” data-data tentang gizi buruk…seperti data2 ODHA..atau mungkin kita tidak punya data tentang itu atau data2 itu hanya dijadikan penghias meja kantor…entahlah…!!!!

  10. irfan maulana ago
    30 November 2011

    Tuhan akan selalu ada untuk Mereka juga kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 November 2011 by in ODHA and tagged , , , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: