GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

ODHA-Jangan Ada Diskriminasi lagi


Berawal dari sebuah postingan di blog ini, dengan judul Saudaraku, Kamu Tidak Sendiri, Ada kami Disisimu, salah seorang visitor dengan nick name happy_potter memuat sebuah komentar yang cukup menarik, menurut saya komentar tersebut lebih tepat jika saya jadikan sebagai artikel tersendiri, mengingat infroamsi yang disajikan sangat menarik buat kita sebagai bahan pelajaran dalam berinteraksi dengan saudara-saudara kita (ODHA). Berikut isi komentar tersebut :

“Sewaktu saya co ass dulu, entah berapa banyak pasien ODHA atau suspect HIV yang sudah saya jumpai. Stigma terhadap mereka bukan hanya di masyarakat umum saja, tetapi di kalangan pekerja medis pun masih ada. Banyak petugas medis yang terkesan kurang care sewaktu merawat mereka. Saya sendiri pun jika harus menangani pasien ODHA langsung pasang safety precaution lengkap (pemeriksaan fisik pakai sarung tangan, alat tensi/termometer bekas mereka langsung dibasuh alkohol, jadi lebay begini. Walau mestinya menurut SOP bertemu dengan pasien manapun harus pakai sarung tangan, karena kita ga pernah tau mereka mengidap infeksi apa saja. Karena tahu sebagian besar penularan HIV adalah melalui jarum suntik (pengguna narkoba) dan hubungan seksual (multipartner), saya sering menganggap ah itu salah mereka terkena penyakit itu. Yang kasihan adalah jika bertemu bayi atau anak-anak yang mengidap HIV, mereka tak berdosa tapi harus menanggung akibat kesalahan orang tuanya”.

“Saya tahu, tidak semua ODHA sebelumnya memiliki gaya hidup yang buruk. Saya pernah membaca di koran ada seorang ODHA yang hingga dia meninggal tidak mengetahui dia tertular karena apa, padahal dia bukan pengguna narkoba suntik dan bukan seorang yg aktif secara seksual serta belum pernah transfusi”.

“Mungkin kita tidak akan memiliki pandangan seburuk itu jika penyakit ini menimpa seseorang yang sangat kita kenal dekat dan kita ketahui bagaimana kehidupan sehari-harinya. Bayangkan jika penyakit ini menimpa saudara, keluarga atau sahabat Anda yang sangat Anda kenal luar dalam dia memiliki gaya hidup yang baik. Artinya, bukan salah dia hingga terkena penyakit tersebut, mungkin saja dia tertular akibat transfusi atau tertusuk jarum suntik yang tercemar (dalam kasus ini, biasanya petugas medis). Bagaimana perasaan Anda? Ah, tentunya Anda akan lebih bisa berempati terhadap mereka”.

“Satu hal lagi yang perlu diingat, memang saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah HIV. Belum juga ditemukan obat yang dapat membunuh virus tersebut secara efektif. Tetapi obat-obatan yang ada sekarang dapat mengontrol replikasi (perkembang biakan virus), hingga menekan jumlah virus dalam tubuh seorang ODHA hingga mereka bisa hidup normal layaknya mereka yang tidak sakit”.

Cerita di atas mengajarkan kita tentang sebuah hal bahwa tidak ada satupun orang yang menginginkan terjangkit penyakit mematikan itu dan tidak semua saudara-saudara kita yang menderita memiliki latar belakang perilaku menyimpang. Lalu mengapa masih ada diskriminasi, mengapa kita masih takut untuk berinteraksi dengan mereka?

Saudaraku, terus berjuang, kamu tidak sendiri.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi, Terima kasih buat saudaraku “shinku_cute” atas inspirasinya.

One comment on “ODHA-Jangan Ada Diskriminasi lagi

  1. happy_potter
    30 November 2011

    Hehe…wow makasih paman, dijadiin artikel sendiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 November 2011 by in ODHA and tagged , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: