GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Fenomena Pengendara Di Bawah Umur


Makassar, semakin hari semakin macet saja, biasanya kalau sudah begini yang menjadi kambing hitam adalah pengendara motor roda dua, atau mungkin karena fenomena pengendara di bawah umur?. Mari kita analisis sedikit dengan menggunakan pisau analisis “pembalap lorong”, heheheh…. makassar baget….

Mudahnya mendapatkan kendaraan motor

Jika anda punya uang Rp. 500.000,- ribu saja, dengan modal KTP dan kartu KK, maka motor baru sudah bisa ada ditangan anda. Pada satu sisi, kondisi ini sangat menguntungkan karena bisa membuka lapangan pekerjaan baru, misalnya sebagai tukang ojek, “pagandeng” sayur yang selama ini menggunakan sepeda bisa beralih ke sepeda motor roda dua.

Tapi disisi lain, dampak negatif juga menyertainya, diantaranya adalah over kapasitas jalan, menimbulkan kemacetan dimana-mana, kondisi ini menjadi pemandangan umum sehari-hari di wilayah tamalanrea, toddopuli, biringkanayya dan sekitarnya. Dampak negatif yang kedua adalah meningkatnya trend penggunaan motor pada kaum remaja, khususnya mereka yang masih duduk di bangku SMP, jangankan SIM (surat izin mengemudi) kakinya saja belum sampai dijalan jika ia mengendarai motor, tapi hebatnya, mereka seolah-olah menjadi pemiliki jalanan ketika mengendarai kendaraannya di jalanan, begitulah fenomena pengendara di bawah umur.

Bagaimana solusinya

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi kondisi tersebut di atas, antara lain :

  1. Pihak pembiayaan sebaiknya lebih selektif atau lebih ketat lagi dalam memberikan kredit, meskipun prinsip ini bertentangan dengan teori ekonomi akan tetapi, disisi lain anda tetap memiliki tanggung jawab sosial melindungi anak-anak muda kita.
  2. Pihak Kepolisian, meskipun peraturan lalu lintas belum sepenuhnya masuk ke kurikulum sekolah, tapi perlu dilakukan penyuluhan secara rutin dan berkesinambungan ke sekolah-sekolah, khususnya siswa SMP, atau paling tidak memberdayakan Saka Bhayangkara sebagai mitra di sekolah memberikan pendampingan sebaya kepada teman-temannya.
  3. Pihak sekolah, sangat bijak bila membuat sebuah aturan seperti, melarang siswa masuk sekolah jika ia mengendarai motor atau kendraan pribadi lainnya ke sekolah tanpa memiliki SIM, tidak memiliki helm standar serta kelengkapan keselamatan lainnya, sebagai pembelajaran betapa persyaratan standar itu sangat penting dimiliki.
  4. Pihak orang tua, mereka harusnya menyadari betul akibat yang bisa ditimbulkan dari pemberian kebebasan kepada anaknya untuk menggunakan kendaraan bermotor tanpa mengikuti aturan yang ada (SIM dan Helm standar), untuk memberdayakan orang tua, pihak Kepolisian bisa merangkul tokoh agama atau Ustadz untuk menyampaikan pesan-pesan moral ini disela-sela khutbah Jum’at atau ceramah agama lainnya, atau jika perlu Institusi Kepolisian bekerjasama dengan MUI atau Kementerian Agama, mendesain materi Khutbah atau ceramah agama yang muatannya sarat akan pesan-pesan moral pentingnya kedisiplinan atau menaaati aturan serta menjaga keselamatan diri.

Sebagai contoh, jika seorang tokoh agama memberikan ceramah perkawinan, sangat bijak jika disela-sela ceramahnya menyampaikan bahwa, nanti kalau sudah punya anak, jangan biarkan anak kamu mengendarai motor tanpa SIM, helm standard serta kelengkapan lainnya, kamu bisa bayangkan, sudah capek-capek dikandung 9 bulan 10 hari, dibesarkan, disekolahkan dan akhirnya meninggal karena kebut-kebutan dijalan raya, heheheh…… detail banget ya?, ya begitulah kira-kira.

Jadi saudaraku, semoga uraian di atas bisa menggugah kesadaran kita akan pentingnya memiliki alat kelengkapan dalam berkendara, meskipun kecelakaan, meningggal dunia dan lain sebagainya adalah sebuah takdir, tapi bukankah “tawakkal” itu selalu posisinya di akhir setelah kita berusaha, berusaha untuk melindungi dan mencegah agar kita tidak mendapatkan risiko bahaya yang lebih besar. Fenomena pengendara di bawah umur, harus segera di hentikan.

Semoga bermanfaat.
Polantas Makassar

18 comments on “Fenomena Pengendara Di Bawah Umur

  1. Ramlan
    2 December 2011

    Bukan hanya dimakassar bro…di kabupatepun demikian, saya biasanya memilih menghindar bila kebetulan berpas-pasan dengan “pembalap cilik” itu…krn mereka berkendara seakan tanpa perhitungan, apalagi kalo disekitarnya banyak teman sebaya..terutama cewek2..tambah nekatlah mereka…solusi jangka pendeknya harus dari polisi…mereka harus tegas..kalo perlu secara intensif mendatangi sekolah dan menahan motor yang mereka pake..efek jeranya diharapkan ke orang tuanya..yang mau tdk mau harus tiap hari berurusan dengan polisi..jika tiap hari juga motor anak mereka diangkut ke kantor polisi…!!!

    • gizimu
      2 December 2011

      Setuju daeng, ayo Kepolisian, selamatkan selamatkan anak-anak muda kami.🙂

  2. Rahmah 'Suka Nulis' Chemist
    2 December 2011

    Hmmm…. dan pengedara dibawah umur semakin banyak
    Itu juga yang meresahkan kami di Palangkaraya😀

    • gizimu
      2 December 2011

      semoga bisa menemukan solusi yang terbaik secepatnya🙂

  3. dedy
    2 December 2011

    di kabupatenku juga ada pengendara motor kecil.. tapi bukan hanya tubuhnya yang kecil tapi motornya juga kecil.. mungkin bisa jadi solusi buat anak2 yang mo naik motor..he..he..he.. natauji itu tato’…

    • gizimu
      2 December 2011

      tapi tetap alat-alat pengaman berkendara sangat penting mas bro, betulkan🙂

  4. Ardhito Dharma
    2 December 2011

    bener banget. biar polusi gak makin parah

    • gizimu
      2 December 2011

      yup 100% setuju🙂

  5. superhero
    2 December 2011

    analisis bagus… dan solusinya layak untuk dilaksanakan… karena bukan cuma di makasar atau jakarta aja… di kota lain pun seperti itu… dan kalau dibiarkan kayaknya semua kota akan menjadi seperti itu pula… jadi harus dari sekarang…

    • gizimu
      2 December 2011

      maksih mas bro🙂

  6. kono
    2 December 2011

    Mantap tulisanya kawan.

    • gizimu
      2 December 2011

      makasih banyak daeng, ini hanya sebuah kegelisahan seorang ayah yang memiliki anak laki-laki🙂

  7. Ejawantah's Blog
    2 December 2011

    Diperlunya kepedulian orang tua sebagai baris terdepan dalam mengarahkan anak Karena banyak salah penafsiran orang tua dalam memberikan kasih sayang kepada anak, yang terkadang hal itu dapat membawa dampak untuk keluarga mereka sendiri dan orang banyak.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    • gizimu
      2 December 2011

      sangat setuju kawan,🙂

  8. Pingback: Daftar Peserta Lomba Blog Operasi Zebra 2011 | KoshMediaTama

    • gizimu
      10 December 2011

      Akhirnya terdaftar juga, semoga bisa dapat Hadiahnya atau paling tidak artikelnya di cetak dalam bentuk BUKU,🙂

  9. Pingback: Daftar Peserta Lomba Blog Operasi Zebra 2011 | Polantas Makassar

    • gizimu
      11 December 2011

      wah semoga bisa menang:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 December 2011 by in Diary and tagged , , .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: