GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Memahami Penambahan Berat Badan Selama Kehamilan


GIZIMU[dot]COM | Penambahan berat badan selama kehamilan sangat penting, karena merupakan salah satu indikator pertumbuhan janin yang sehat. Jika ibu hamil tidak mencukupi berat badan yang dipersyaratkan sesuai dengan kehamilannya, biasanya dokter menyarankan ke ibu untuk mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya, begitu pula sebaliknya.

Perlu anda ketahui bahwa sangat banyak referensi yang membahas tentang topik ini, kami hanya mencoba menyajikan salah satu diantaranya sebagai bahan pembelajaran atau tambahan referensi bagi yang membutuhkan.

Untuk mengetahui berapa penambahan berat badan yang harus dicapai selama menjalani kehamilan, ibu harus mengetahui status gizi sebelum ia hamil. Karenanya jika anda berencana untuk memiliki anak, sejak program tersebut anda jalankan, sebaiknya anda juga harus memantau status gizi anda secara rutin, paling tidak 2 -3 kali sebulan.

Bagaimana menghitung status gizi sebelum hamil?

Untuk mengetahui status gizi anda sebelum hamil, anda bisa menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT), rumus IMT adalah sebagai berikut :

Secara umum kriteria status gizi tersebut di atas bisa dikategorikan sebagai berikut :

  • Gizi kurang : <18.5
  • Gizi baik : 18.5 – 24.9
  • Gizi lebih : 25.0 – 29.9
  • Obesitas : >29.9

Contoh, jika sebelum hamil anda memiliki Berat Badan (BB) = 54 kg dan Tinggi Badan = 154 cm (1.54 meter), maka IMT anda adalah : 54/(1.54×1.54) = 22.8, jadi berdasarkan kategori status gizi di atas, maka anda termasuk kedalam kategori status gizi BAIK.

Berapa penambahan berat badan selama kehamilan?

Berdasarkan status gizi sebelum hamil tersebut diatas, kita bisa mengetahui kenaikan berat badan selama kehamilan, yaitu :

  • Gizi kurang sebelum hamil = 12.7-18.2 kg
  • Gizi baik sebelum hamil = 11.4-15.9 kg
  • Gizi lebih sebelum hamil = 6.8-11.4 kg
  • Obesitas sebelum hamil = 5.0-9.1 kg

Mengapa penambahan berat badan itu terjadi?

Penambahan berat badan selama kehamilan disebabkan oleh adanya perubahan fisiologis tubuh, antara lain penambahan berat fetus, plasenta, uterus, cairan tubuh dan lain-lain. Berikut kami sajikan komponen yang mempengaruhi penambahan berat badan selama kehamilan, khusu untuk ibu yang memiliki berat badan normal sebelum hamil, yaitu :

Komponen

Minggu ke-10 (gram)

Minggu ke-20 (gram)

Minggu ke-30 (gram)

Minggu ke-40 (gram)

Fetus

5

300

1500

3550

Plasenta

20

170

430

670

Uterus

140

320

600

1120

Cairan amniotik

30

350

750

896

Payudara

45

180

360

448

Suplay darah

100

600

1300

1344

Cairan ekstraseluler

0

265

803

3200

Penyimpanan lemak

315

2135

3640

3500

Total

655

4320

9383

14728

Tabel di atas menjelaskan bahwa pada kehamilan minggu ke-10, fetus menyumbang sekitar 5 gr penambahan berat badan ibu, plasenta 20 gram dan seterusnya. Memasuki minggu ke-20, fetus menyumbang sekitar 300 gr penambahan berat badan ibu, dan seterusnya. Akhirnya pada akhir kehamilan rata-rata berat badan ibu sekitar 14.7 kg.

Bagimana dengan penambahan berat badan anda saat ini? jika kurang dari standar di atas, segeralah konsultasikan ke dokter kandungan anda.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi

Referensi : Judith E. Brown, Janet S. Isaacs, U. Beate Krinke, Ellen Lechtenberg, Maureen A. Murtaugh, Carolyn Sharbaugh, Patricia L. Splett, Jamie Stang, Nancy H. Wooldridge (2008) Nutrition Through the Life Cycle,Fourth Edition. Wadsworth, Cengage Learning. USA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 December 2011 by in Gizi Daur, Ibu Hamil and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: