GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Membumikan Konten Nasional


Sejak dunia informasi dan teknologi khusunya internet dan seluler berkembang dengan sangat cepat, khusunya di Indonesia, maka hampir semua pelaku usaha tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk mempromosikan usaha mereka.

Kondisi tersebut telah memaksa Pemerintah untuk memperkuat aturan main, agar pemanfaatan teknologi informasi ini tidak kebablasan. Salah satu bagian yang mendapat perhatian serius oleh pemerintah adalah pemanfaatan konten nasional.

Apa yang dimaksud dengan konten nasional?

Dalam kode etik konten multimedia Indonesia (Draft awal, 2007), konten di defenisikan sebagai “seluruh suara, tulisan, gambar baik diam maupun bergerak atau bentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan bentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan sebagiannya dan/atau keseluruhannya yang dapat diciptakan, diubah, disimpan, disajikan, dikomunikasikan dan disebarluaskan secara elektronik”.

Salah satu konten yang paling populer saat ini adalah RBT atau “Ringback Tone”. RBT adalah suara yang terdengar pada saluran telepon oleh si penelepon saat ia menghubungi nomor telepon yang ia tuju, biasanya dalam bentuk nada yang berulang.

Membumikan Konten Nasional

Saat ini elemen yang paling banyak memanfaatkan konten nasional dalam bentuk RBT adalah industri kreatif seperti pemusik, perusahaan nasional dan multinasional, dll, dengan target pasar yang beraneka ragam, mulai dari remaja sampai orang tua. Pemerintah hampir sama sekali belum memanfaatkan media ini secara maksimal untuk menyampaikan iklan sosial masyarakat. Anda pasti masih ingat lagu ini :

“…..Aku anak sehat, tubuhku kuat | karena ibuku rajin dan cermat….”

Kalau saja jingle-jingle kesehatan seperti ini di perbanyak dan dikemas dengan menarik, maka bukan tidak mungkin konten nasioanl akan lebih membumi, membawa banyak manfaat, tidak hanya dari segi finansial dari proses penggunaan konten tetapi juga manfaat terhadap perubahan perilaku masyarakat yang positif.

Mungkin anda bertanya siapa yanga akan menggunakan konten ini?, anda bisa hitung, ada berapa banyak petugas kesehatan di Indonesia, ada berapa banyak mahasiswa dan siswa kesehatan diseluruh indonesia? Ada berapa banyak industri yang bergerak di bidang kesehatan?, mereka adalah target pasar pertama dari konten positif ini.

Saat ini, bola ada di tangan pemerintah dan industri penyedia konten, apakah mereka pernah melirik aspek yang satu ini atau tidak?. Semoga saja uraian saya di atas sudah menjadi salah satu road map mereka, sehinggga konten nasional bisa lebih membumi.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi.

4 comments on “Membumikan Konten Nasional

  1. Terapi Qolbu
    19 December 2011

    Benar sekali kawan, kita harus membumikan konten2 yang mendidik dan baik

    • gizimu
      19 December 2011

      terima kasih saudaraku, sangat disayangkan jika proses kreatifitas hanya diukur sebatas materi semata.

  2. Taufan
    20 December 2011

    Dukung Musik Indonesia, jangan beli bajakan, RBT bukan penipuan!

    • gizimu
      20 December 2011

      ayooooooooooooo dukunggggggg🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 December 2011 by in ARTIKEL, Diary and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: