GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Mengapa Harus Beras?


Gizimu[dot]com | Pada hari Selasa, 7 Februari 2012, harian Kompas.com menyajikan sebuah berita dengan topik : Konsumsi Beras Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara, dalam artikel tersebut diuraikan bahwa Konsumsi beras di Indonesia mencapai 139 kilogram per kapita per tahun, sedangkan Thailand dan Malaysia, hanya berkisar berkisar 65 kilogram hingga 70 kilogram per kapita per tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.

HARGA BERAS TERUS MEROKET

Beras menjadi makanan pokok paling favorite oleh masyarakat Indonesia saat ini, sejak dicanangkan oleh pemerintah sekitar tahun 70-an, bahkan daerah-daerah yang dulunya tidak mengenal beras, saat ini beralih mengonsumsi beras, padahal padi sangat sulit untuk tumbuh di wilayah mereka sehingga harus didatangkan dari luar daerah, tentu saja hal kondisi tersebut berdampak terhadap harga beras yang sangat tinggi.

Saat masyarakat mulai mengalami ketergantungan terhadap beras, kebutuhan pun meningkat, sementara disisi lain produksi tidak mengalami peningkatan bahkan cenderung menurun, maka alternatif paling mudah yang bisa dilakukan oleh pemerintah ialah impor beras.

Kebijakan pemerintah yang tidak pro petani, harga pupuk semakin tingggi karena subsidi pupuk tidak tepat sasaran, rendahnya aktivitas yang dilakukan pemerintah untuk membeli beras petani, turut memperburuk kondisi ini.

MENGAPA HARUS BERAS?

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras menunjukkan bahwa program pemerintah dalam hal penganekaragaman bahan pangan tidak berhasil. Hal tersebut lagi-lagi disebabkan oleh persoalan klasik, yaitu hampir semua program masih bersifat “top-down” bukan “button-up”. Akibatnya adalah, seringkali program-program yang ada tidak sesui dengan kebutuhan masyarakat.

Sebenarnya tidak harus beras, masih banyak sumber bahan makanan pokok lainnya bisa dikembangkan di Indonesia, dan hal tersebut tidak sulit karena sejak dahulu kala, nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal berbagai macam bahan makanan pokok seperti Singkong, Ubi, Jagung, sagu, dll, yang dibutuhkan adalah edukasi terhadap masyarakat, dengan mempertimbangkan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka butuhkan, sehingga program penganekaragaman bisa berjalan dengan baik.

Paling tidak masyarakat harus di edukasi bahwa dalam sehari tidak harus mengonsumsi beras 3 (tiga) kali sehari, akan tetapi makan malam bisa diganti dengan sumber lain seperti Singkong, pisang, dll.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 February 2012 by in ARTIKEL, Diary and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: