GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Metode Penilaian Status Gizi


Gizimu[dot]com | Artikel terdahulu kami sudah membahas tentang pengertian penilaian status gizi (baca di sini) serta penerapan penilaian status gizi pada berbagai macam setting kegiatan (baca di sini). Pada tulisan ini kami akan berbagi dengan anda, informasi tentang jenis-jenis metode penilaian status gizi.

Untuk memudahkan anda mengingat jenis-jenis metode penilaian status gizi, biasanya beberapa ahli membuat akronim dengan nama “ABCD”. “A” diasosiasikan sebagai Anthropometry (Antropometri), “B” = Biochemical (Biokimia) , “C” = Clinical (Klinik) dan “D” = Dietary (Asupan makanan).

ABCD : Anthropometry, Biochemical, Clinical, Dietary

Anthropometry Assessment

Penilaian status gizi dengan menggunakan metode antropometri ialah pengukuran ukuran, berat dan proporsi tubuh, beberapa literatur menyatakan bahwa metode antropometri ialah proses pengukuran dimensi fisik dan komposisi tubuh. Hasil pengukuran antropometri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usia, fisiologis, pola makan, dll. Salah satu keunggulan dari metode antropometri ialah dapat memberikan informasi tentang riwayat status gizi masa lalu.

Biochemical Assessment

Beberapa tahapan masalah gizi dapat diketahui dengan metode laboratorium, penyimpanan zat gizi dalam jaringan tubuh mengalami perubahan secara perlahan sesuai dengan status gizi seseorang.

Clinical Assessment

Metode ini biasa digunakan untuk mendeteksi kumpulan gejala dan tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan kekurangan atau kelebihan gizi. Metode ini biasa menggunakan pendekatan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

Dietary Assessment

Metode ini dapat digunakkann untuk mendeteksi tahap awal terjadinya masalah gizi. Jika seseorang memiliki asupan makanan atau zat gizi yang kurang, maka secara langsung akan berdampak negatif terhadap status gizinya, begitu pula sebaliknya.

TAHAPAN PERKEMBANGAN MASALAH GIZI DAN METODE PENILAIANNYA

Terdapat 8 (delapan) tahapan terjadinya kekurangan gizi, setiap  tahapan memiliki metode pengukuran yang berbeda, setiap metode dapat berdiri sendiri atau dikombinasi dengan beberapa metode lainnya. Berikut ke-8 tahapan tersebut :

TAHAPAN KEKURANGAN GIZI

METODE PENGUKURAN

Asupan makanan yang tidak optimal Dietary
Perubahan level cadangan zat gizi pada jaringan tubuh Biokimia
Perubahan level cairan tubuh Biokimia
Perubahan fungsional pada jaringan tubuh Antropometri/Biokimia
Perubahan aktivitas zat gizi yang bergantung terhadap enzim atau mRNA pada beberapa jenis protein Biokimia /teknik molekular
Perubahan fungsional Perilaku/fisiologi
Gejala klinik Klinik
Munculnya tanda-tanda perubahan anatomi Klinik

Ke-8 tahapan tersebut di atas terjadi secara berurutan seiring dengan penurunan status gizi seseorang. Jika seseorang memiliki asupan makanan yang tidak optimal, maka yang terjadi kemudian ialah tubuh akan menggunakan cadangan zat gizi yang tersimpan di dalam jaringan tubuh, jika kondisi ini (asupan makanan tidak optimal) terus terjadi, maka selanjutnya akan terjadi perubahan level cairan tubuh, perubahan fungsional jaringan tubuh dan seterusnya.

Setiap tahapan harus menggunakan metode yang spesifik sesuai dengan karakteristik perubahannya, misalnya asupan makanan yang tidak optimal harus menggunakan metode dietary assessment, kurang tepat jika anda menggunakan metode antropometri, akan tetapi mengkombinasi antara dua metode atau lebih jauh lebih efektif untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih kuat.

Semoga bermanfaat, Salam Gizi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 February 2012 by in ARTIKEL, Gizi Daur and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: