GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Taburia untuk Siapa?


Gizimu[dot]com | Apakah anda pernah mendengar produk yang bernama TABURIA?. Taburia merupakan nama dagang dari Taburin, proyek prestisius milik kementerian kesehatan ini diadakan untuk menanggulangi masalah gizi pada anak balita, khususnya masalah gizi mikro.

Pengertian Taburia

Taburia ialah serbuk yang memilik kandungan multivitamin dan multimineral, digunakan dengan cara menaburkan serbuk tersebut di atas makanan yang akan diberikan kepada anak balita. Berdasarkan buku petunjuk dari Kemenkes, tujuan pemberian taburia antara lain untuk membantu tumbuh kembang balita menjadi lebih optimal, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia dan mencegah kekurangan zat gizi, khusunya gizi mikro (www.depkes.go.id).

Keunggulan Taburia

Taburia memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

  • Praktis
  • Tidak mengubah kebiasaan makan balita
  • Tidak mengubah rasa-aroma-bentuk makanan
  • Dapat memenuhi kebutuhan balita terhadap 12 vitamin dan 4 mineral penting yodium, seng, selenium dan zat besi.
  • Aman dan halal dikomsumsi

Cara Pemberian Taburia

Beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam pemberian Taburia, antara lain :

  • Taburia dapat dicampurkan pada makanan utama seperti nasi atau bubur
  • Taburia tidak boleh dicampur dengan makanan berair seperti susu, teh, sup karena akan menggumpal
  • Taburia tidak boleh dicampur dengan makanan panas karena lemak yang melapisi zat besi akan rusak dan berinteraksi dengan makanan sehingga menimbulkan rasa kurang enak.
  • Makanan yang telah dicampur dengan taburia harus segera dimakan dan dihabiskan.
  • Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan dalam pemberian taburia antara lain : kemungkinan terjadi susah buang air besar dan tinja berwarna hitam karena kandungan zat besi, hal ini dapat diatasi dengan minum air putih matang lebih banyak.

Salah persepsi soal taburia

Petugas kesehatan harus memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang penggunaan taburia ini, karena dikhawatirkan akan terjadi kesalahan persepsi di tengah-tengah masyarakat, misalnya : masyarakat akan berpendapat bahwa buat apa anak saya makan sayur, ikan dan buah, toh semua kebutuhan anak saya sudah bisa terpenuhi oleh si taburia ini. Jika persepsi terebut terbagun, maka Taburia, bukannya menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru.

Taburia menurut saya hanya cocok diterapkan pada daerah-daerah yang minim sumberdaya seperti rendahnya akses terhadap sayur, buah dan lauk hewani. Jika daerah tersebut kaya akan sumber daya tersebut, maka kehadiran Taburia ditengah-tengah masyarakat sangat kontra-produktif. Taburia juga lebih tepat diberikan pada keluarga yang memiliki daya beli terhadap sayur, buah dan lauk hewani yang rendah, sedang keluarga yang mampu, cukup diberikan edukasi gizi seimbang berbasis makanan, bukan taburia. So, tidak semua anak balita wajib mendapatkan taburia (#menurut saya).

Semoga bermanfaat, Salam Gizi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 February 2012 by in ARTIKEL, Balita, Gizi Daur and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: