GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Teknik Bertanya


Gizimu[dot]com | Tulisan berikut merupakan salah satu tulisan singkat yang dibuat oleh Mas Risang Rimbatmaja (www.lapangankecil.org), yang dibuat dan disebarluaskan melalui sebuah milis. Tulisan singkat dari Mas Risang tersebut kami sajikan di blog ini agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dan semoga Mas Risang tidak berkeberatan.  Agar tidak terjadi kesalahan penafsiran dari saya, maka saya tidak melakukan perubahan apapun dari tulisan Mas Risang alias COPAS, berikut tulisan mas Risang.

Funnel Questions dan Grand Tour-Mini Tour Question

Funnel questions (funnel dalam bahasa Indonesia berarti cerobong atau corong), sebetulnya mirip dengan pertanyaan model grand tour – mini tour. Keduanya dimulai dengan pertanyaan umum yang relatif mudah dijawab. Pertanyaan yang merujuk pada pengalaman inderawi yang baru-baru dialami adalah salah satu yang umum dilontarkan. Seperti, “Penyakit apa yang  umumnya dialami anak-anak di sini?”; “Siapa saja yang datang ke acara Ibu?”; “Makanan apa saja yang tersedia di pesta pernikahan kemarin?”

Perbedaannya, ketika sudah mendapatkan tanggapan berupa gambaran umum, grand tour – mini tour menukik pada salah satu atau beberapa jawaban. Semisal, ketika lawan bicara kita menjawab diare, TB, panas, dan pilek (untuk pertanyaan tentang penyakit), maka fasilitator bisa lebih lanjut menanyakan
tentang diare. Semisal, “Diare yang seperti apa yang terjadi di sini?” Atau bahkan secara spesifik membuat blok diskusi tentang diare.

Dalam intervensi kemasyarakatan, grand tour – mini tour questions biasanya dilakukan untuk memunculkan agenda kelompok warga yang overlapping dengan agenda projek atau pihak eksternal. Bila dilakukan secara mulus, maka kelompok warga akan merasa bahwa diskusi muncul adalah agenda atau kepentingan mereka dan bukan kepentingan fasilitator atau pihak eksternal. Ini berbeda dengan gaya mendikte yang berupaya membawa agenda tertentu untuk didiskusikan warga yang -konsekuensinya– dapat membuat warga merasa bahwa yang didiskusikan adalah agenda orang di luar mereka.

Di lain pihak, funnel questions tidak menukik pada salah satu atau beberapa
jawaban, melainkan berupaya untuk mendeskripsi lebih lanjut semua jawaban
yang muncul. Funnel questions dimulai dengan pertanyaan umum yang tertutup, lalu penanya bertanya lebih lanjut pada setiap jawaban yang diperoleh. “Ada berapa kegiatan yang utamanya dilakukan di Posyandu ini?”; “Oh, jumantik? Seperti apa kegiatannya?; “Tabulin? Apa itu? Seperti apa?” dan sebagainya sampai penanya memiliki gambaran seperti gambaran yang sehidup mungkin tentang suatu topik.

Funnel questions tidak ditujukan untuk mengintroduksi topik yang overlapping
dengan agenda penanya, tapi justru ingin menjelajahi pengalaman lawan bicara. Di atas kertas, bila dilakukan dengan teknik mendengar aktif yang
empatik, funnel questions dapat mendekatkan kita dengan lawan bicara,
meningkatkan kepercayaan dirinya dan bahkan dapat meredekan emosi lawan
bicara.

Meredakan emosi lawan bicara?

Iya ini dimungkinkan karena ketika kita mengajak lawan bicara membicarakan masalahnya secara deskriptif dan detail, bukan hanya kita menunjukkan sikap menghargai, namun juga dalam proses mendeskripsikan, kita membantu lawan bicara melepaskan emosi (dari detail deskripsi fakta). Selain itu, memperoleh detail memungkinkan pendengar menawarkan solusi-solusi yang lebih mengena.

Sumber : Sebuah pesan milis dari Mas Risang Rinbatmaja, dari berbagai sumber di antaranya Mindtools – Funnel Questions dan Sayre, 2001

Semoga bermanfaat, salam Gizi

One comment on “Teknik Bertanya

  1. Mimie
    21 February 2012

    Nice info Mas Bro..
    Membaca artikel ini jadi kangen ngumpul2 dan diskusi serta berbagi pengalaman dg para fasilitator, apalagi jika Mas Risang ikut juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20 February 2012 by in ARTIKEL, Diary and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: