GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Inisiasi Menyusu Dini, Budaya Lama yang Terlupakan


Gizimu[dot]com | Inisiasi Menyusu Dini atau biasa dikenal dengan istilah IMD, beberapa tahun belakangan ini mulai mendapat perhatian serius, setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses IMD dapat menurunkan angka kemtain bayi sekitar kurang lebih 30%. Pertanyaannya kemudian ialah apa yang dimaksud dengan IMD dan darimana budaya itu berasal?

Pengertian IMD

 

IMD dapat didefenisikan sebagai proses bayi mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) pertama kali dalam hidupnya, lebih tepatnya sekitar 30-60 menit pertama. Prinsip dasar proses IMD ialah kontak langsung tubuh bayi dengan ibu, bayi aktif menemukan payudara ibu serta dilakukan kurang dari 60 menit setelah lahir.

IMD, Budaya lama yang terlupakan

 

Suatu hari, tepatnya tanggal 30 maret 2012, saya menyempatkan diri untuk bertemu dengan kawan-kawan Komunitas Blogger Maros (KBM), salah satu member KBM merupakan salah seorang budayawan di Kab. Maros, beliau banyak mengkaji dan mendalami budaya lokal di Sulawesi Selatan, Khususnya di kab. Maros.

Secara tidak sengaja beliau menceritakan bahwa ia pernah membaca sebuah dokumen atau lebih tepat disebut sebagai kitab tempo doloe yang menceritakan tentang proses pemberian ASI pada bayi dalam komunitas suku Bugis-Makassar, dalam bahasa bugis dikenal dengan istilah “Mappasusu” atau menyusui. Pada dokumen tersebut tercantum sebuah ungkapan bahwa seorang bayi, sesaat setelah dilahirkan, tanpa dibersihkan, langsung ditelungkupkan pada dada ibu dan si bayi diminta untuk mencari sendiri payudara ibunya. Tujuannya agar terjalin hubungan emosional sejak awal antara bayi dengan ibunya.

Saya sempat terperanjat mendengar ungkapan kawan itu, karena sebelumnya kami belum pernah bertemu secara langsung dan belum pernah memperbincangkan soal yang satu ini. Saya heran karena informasi yang disampaikan oleh kawan tadi merupakan konsep dasar dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang sedang digalakkan oleh pemerintah saat ini.

Pertanyaan saya kemudian, sejak kapan budaya itu hilang?, kalau tidak hilang, mengapa pemerintah harus bersusah payah mengkampanyekan IMD jika sesungguhnya praktek itu sudah ada di tengah-tengah masyarakat kita? Sepertinya saya harus balik ke Maros dan melihat langsung dokumen tersebut dan menelaah lebih jauh bersama saudaraku Sang Baco.

Buat Sang Baco, terimah kasih atas diskusi produktifnya. Semoga Bermanfaat, Salam Gizi

One comment on “Inisiasi Menyusu Dini, Budaya Lama yang Terlupakan

  1. ramlan
    19 May 2012

    Sebuah budaya yang harus dibudayakan lg..tp sy sendiri memang manganggap IMD itu hal yang baru..tp ternyata IMD itu sdh menjadi aspek kajian beberapa puluh tahun lalu. IMD merupakan salah satu dari 10 Langkah
    Keberhasilan Menyusui yang dianjurkan WHO (1998), serta beberapa penelitian tentang IMD misalnya Kroeger & Linda 2004, he..he..he..sya mungkin kurang membaca…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 March 2012 by in ARTIKEL, Diary and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: