GIZIMU

Penelusuran Referensi Pangan dan Gizi

Kenaikan Harga BBM dan Semangat Al-Ma'un


Gizimu[dot]com | Sudah hampir 3 pekan bangsa ini bergolak, beberapa kelompok masyarakat turun ke jalan menyerukan satu suara yaitu menolak kenaikan harga BBM. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua kota besar di negara ini turut bereaksi, bahkan akhir-akhir ini aksi mereka cenderung rusuh. Tulisan berikut mencoba melihat dari persfektif lain terhadap persoalan tersebut.

Mengapa Mereka Menolak

 

Ada beberapa alasan yang menyeruak dibalik penolakan kenaikan harga BBM antara lain :

  1. Melanggar rasa keadilan masyarakat, karena upah buruh dan pegawai rendah tidak mengalami kenaikan sebelum memutuskan harga BBM naik.
  2. Kenaikan harga BBM akan berdampak luas terhadap kenaikan harga bahan makanan pokok atau sembako serta harga kebutuhan lainnya, yang pada akhirnya berdampak terhadap meningkatnya kesengsaraan rakyat.
  3. Alasan pemerintah yang mengatakan bahwa APBN akan jebol jika harga BBM tidak dinaikkan, dianggap oleh beberapa kelompok merupakan alasan yang mengada-ada, karena berdasarkan perhitungan mereka, APBN tidak akan jebol jika harga BBM tidak dinaikkan
  4. Beberapa kelompok juga mensinyalir bahwa kompensasi dari kenaikan harga BBM merupakan model money politic baru untuk menggaet suara pada pemilu 2014 nanti

Mengapa Pemerintah Ngotot

 

Beberapa alas an pemerintah tetap ngotot menaikkan harga BBM antara lain :

  1. APBN akan jebol jika harga BBM tidak dinaikkan, karena harga minyak dunia sudah sangat jauh dari harga estimasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Sebagian besar BBM bersubsidi dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak berhak
  3. Banyak penyelundupan BBM ke luar negeri, khususnya ke Negara-negara tetangga karena harga BBM di Negara kita paling murah
  4. Subsidi BBM telah mematikan sumber energy alternative seperti biogas, panas bumi, batubara bio-ethanol, dll, karena sebagian besar anggaran diserap oleh BBM.
  5. Untuk mengantisipasi efek yang ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan, seperti bantuan langsung tunai sementara, subsidi angkutan umum, subsidi pendidikan, kesehatan, dll

Bagaimana Saya Menyikapinya

 

Saya tetap berada pada posisi MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM, dengan alasan utama karena pemerintah sejak awal tidak jujur terhadap hitungan-hitungan kenaikan harga BBM serta kurang melakukan sosialisasi tentang alasan-alasan mengapa harga BBM harus naik. Situasi akan jauh berbeda jika satu atau dua bulan yang lalu, pemerintah mengundang kelompok organisasi Mahasiswa, buruh, petani dll, melakukan dialog, memaparkan kondisi rill yang ada serta mendiskusikan beberapa alternative solusi.

Kalaupun ternyata tanggal 1 April 2012 harga BBM berubah menjadi Rp. 6.000,- dan pemerintah mengabaikan semua suara-suara nyaring yang memprotes kebijakan itu, maka langkah yang paling bijak yang dapat kita lakukan ialah :

  1. Mengawasi program kompensasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah agar tidak menjadi alat politik pada kampanye 2014 dan yang paling penting ialah agar tidak di korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab
  2. Meningkatkan semangat “Al-Ma’un”, semangat yang pernah di deklarasikan oleh KH. Ahmad Dahlan beberapa dekade yang lalu di Jogjakarta. Semangat ini mengajarkan kepada kita pentingnya berbagi dengan sesama, menolong fakir miskin dan lain-lain. Karena sudah bisa dipastikan jumlah masyarakat miskin akan meningkat akibat kenaikan harga BBM.

Semoga bermanfaat, salam Gizi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 March 2012 by in ARTIKEL, Diary and tagged .

LINK KE SIGIZI

%d bloggers like this: